Pengertian Etika Bisnis, Teori, Prinsip, dan Contoh

cahayatimur.co.idPengertian Etika Bisnis, Teori, Prinsip, dan Contoh. Pada kesempatan kai ini kami akan memberikan sebuah informasi mengenai Etika Bisnis. Untuk kalian semua.

Menjalankan sebuah perusahaan bagi seseorang pelaku bisnis bukan hal yang mudah. Kalian harus punya kemampuan pengambilan keputusan yang baik, bahkan di situs genting sekalipun. Di samping itu, keputusan-keputusan tersebut harus berdasarkan latar belakang etika bisnis yang baik.

Etika bisnis adalah adalah aturan tidak tertulis namun penting untuk kalian perhatian dan terapkan demi kebaikan perusahaan. Lantas,apa saja hal yang temasuk dalam prinsip etika berbisnis dan bagaimana penerapannya? Simak terus selengkapnya ulasan kami tentang pengertian etika bisnis hingga contoh pelanggarannya berikut ini.

Pengertian Etika Bisnis

Dalam menjalankan bisnis bersama denganstakholder, perusahaan harus memastikan hubungan yang terjalin di antaranya selalu baik. Solusi dari masalah tersebut adalah menerapkan prinsip etika berbisnis dalam perusahaan.

Etika bisnis adalah segala sesuatu tentang pedoman norma bagi sebuah perusahaan dalam mengambil keputusan. Dengan terjaganya hubungan baik antara perusahaan dan stakeholder melalui implementasi prinsip etika, potensi usaha untuk berkembang juga semakin terjamin.

Pengertian Teori Etika Bisnis Menurut Para Ahli

Sebagai referensi tambahan, berikut sejumlah definisis teori etika bisnis menurut para ahli yang bisa kalian pelajari.

  • Yosephus, etika berbisnis adalah penerapan moral dalam bidang ekonomi, utamanya industri bisnis.
  • Muslich, menurutnya etika yang ada dalam dunia bisnis adalah sebuah pengetahuan seseorang tentang bagaimana cara yang ideal untuk mengelola bisnis yang berdasarkan pada normal secara umum.
  • Hill and Jones, etika dalam bisnis adalah bekal bagi setiap pemimpin sebagai pertimbangan pengambilan keputusan yang strategis dan berdasarkan moral.

Teori Etika Bisnis

Secara umum, teori ini memang berbicara tentang bagaimana perilaku berbisnis yang baik dan sesuai dengan normal. Namun, ada empat teori besar yang juga di pelajari dalam konsep tersebut. Baca selengkapnya tentang penjelasan empat teori etika dalam bisnis berikut ini.

Otonomi

Seperti yang kita tau, kompetensi seorang pelaku bisnis dalam mengambil keputusan haruslah baik. Prinsip otonomi memandang hal tersebut sebagai wewenang perusahaan sepenuhnya. Sehingga, visi dan misi yang di susun membawa dampak baik pada kesejahteraan karyawan dan stakeholder perusahaan.

Equilibrium

Berhubungan dengan otonomi pelaku bisnis, segala keputusan yang di ambil juga harus seimbang. Dalam kata lain, perusahaan tidak boleh berat sebelah dalam memutuskan sesuatu. Misalnya memberi upah sesuai kontak dan kontribusi kerja karyawan.

Free Will (kehendak bebas)

Kehendak bebas yang di maksud adalah kesempatan rata yang bisa di dapat individu. Seluruh pelaku bisnis memiliki porsi yang sama sesuai dengan potensi mereka, tidak boleh ada batasan hanya demi kepentingan satu kelompok saja.

Honesty

Dalam ranah bisnis, adanya transparansi kejujuran juga harus di terapkan dalam berperilaku. Contohnya adalah ketika melakukan transaksi jual beli produk, maka prosedur yang di lakukan harus sesuai dengan regulasi yang berlaku di perusahaan. Tidak hanya itu, contoh lainnya adalah pelaporan keuangan yang juga harus di dasari tranparasi.

Responsibility

Sebelumnya, pada teori deontologi dalam etika berbisnis juga membahas tentang responsibilitas pelaku usah. Jadi di samping menerima kehendak bebas, segala perilaku atau tindakan yang di ambil harus bisa di pertanggungjawabkan.

Contoh Kasus Etika Bisnis

Untuk menjaga bisnis kalian tetap berjalan dengan baik, tentu menerapkan prinsip etika bisnis sangat penting untuk dilakukan. Karena dari kebiasaan kecil tersebut bisa menjadi upaya menghindari jeratan-jeratan pasal dalam menjalankan usaha. Sebagai gambaran, berikut ini beberapa contoh kasus pelanggaran etika bisnis dalam perusahaan.

Pelanggaran dalam Etika Berbisnis Lembaga Pers

Contoh kasus etika bisnis yang seringkali kita temui adalah suap dan korupsi. Salah satunya adalah kasus suap antara penjabat dan jurnalis. Bukan satu atau dua kali seorang penjabat berusaha memberi uang sogok kepada jurnalis untuk menutupi skandal.

Pelanggaran tersebut tidak sesuai dengan kelima prinsip terutama honesty dan responsibility. Selain itu, dalam pasal 6 kade Etik jurnalis juga telah di atur bahwa jurnalis Indonesia tidak boleh menyalahgunakan provesi serta menerima suap.

Bagaimanapun juga seorang jurnalis berada di bawah lembaga pers, sehingga hal tersebut bisa menjadi salah satu contoh kasus pelanggaran etika bisnis dalam perusahaan.

Pengalaman dalam Etika Berbisnis Perusahaan Barang

Contoh terdekat yang bisa kita temui adalah kasus penimbunan masker yang terjadi pada awal pandemi COVID-19. Banyak toko dalam e-commerce yang sengaja membeli masker dalam jumlah ratusan untuk ditimbun dan dijual kembali dengan laba yang tinggi.

Hal tersebut merupakan tindak yang hanya menguntungkan pihak toko saja karena berhasil menjual produk dengan laba yang menguntungkan. Kasus Tersebut bisa menjadi pelanggaran karena tidak sesuai dengan prinsip dalam sebuah bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Chat untuk pemesanan dan info